Yang Pertama
List hal-hal pertama yang saya alami sejauh yang saya ingat
Sekolah
Pertama sekolah, langsung masuk SD. Teman-teman sudah berseragam, hanya saya yang masih menggunakan baju putih berenda.
Ketika Ibu guru menutup pintu kelas, jantung saya rasanya mau copot, dan mata saya mau menangis. Karena belum pernah bersekolah sebelumnya, saya baru tau kalau orang tua tidak boleh ikut masuk kelas dan pintu kelas harus ditutup.
Mengaji
Diajari tetangga surat-surat pendek untuk dihafal. Namun baru bisa baca ketika pindah ke pengajian yang kalau pagi adalah sebuah madrasah. Bapak saya menulis surat ke guru ngaji asya agar saya diajar membaca huruf arab.
Berenang
Saya yang masih SD diiajak tetangga saya yang sudah SMA ke Sumantri Brojonegoro. Dulu karcis masuknya masih 250-500 rupiah kalau tidak salah. Saya berenang di kolam TK yang selutut. Padahal saya sudah kelas 2 SD. Dan kolam itu penuh laron. Haha. Akhirnya tetangga saya mengajak ke kolam dewasa. JADilah renang dengan gaya siput. Mlipir saja di pinggir sambil pegangan dinding.
Bioskop dan Restaurant
Diajak tetangga saya, Om dan Tante yang belum mempunyai anak, untuk nonton di Adhi Theater pasar blok A, film nya Telaga Angker, sundel bolongnya Suzana.
Pulangnya kami diajak makan di restaurant seafood 99 Tendean, yang sekarang tempatnya sudah jadi sebuah sekolah tinggi. Sampai beberapa minggu adik saya tidak berani ke toilet sendiri, karena ada adegan kepala muncul dari closet toilet.
Supermarket
Diajari ke supermarket oleh teman saya yang punya kakak sangat gaul pada zaman itu. Masih di daerah Tendean. Prima food nama supermarketnya. Namun karena mereka sharing kavling dengan Ligna Furnitur, jadilah kami sering menyebut “ke Ligna” jika main ke situ.
Eskalator dan Odong-odong koin
Pertama naik eskalator di Aldiron Plaza Blok M. Dan pertama kali menunggangi mainan yang sekarang sering di sebut odong-odong, namun dulu pakai koin agar bisa bergerak di Hoya Blok M juga. Mereka juga menjual produk-produk Sanrio yang digemasi anak-anak pada jamannya. Namun produk-produk itu terlalu mewah bagi saya, yang sudah cukup bahagia hanya bisa melihat iklannya.
Bisnis
Hmm..menyewakan komik-komik saya di pinggir jalan kalau itu bisa dibilang bisnis, hehe. Namun tidak lama karena dilarang Ibu saya, karena menghalangi jalan, dan beliau ngeri dibilang mengeksploitasi anak. Haha!
Majalah
Bobo tentunya. Di Bobo pula pertama kali saya menang kuis Uji Imajinasi yang berhadian bundle Donald Bebek yang mewah. Sayang ketika saya SMA habis dimakan rayap.
Radio
Pertama kali saya fanantik mendengarkan radio adalah SK. Suara Kejayaan, kadang suka di sebut Senyum dan Ketawa. Ya, betul karena ini adalah radio humor yang banyak melahirkan pelawak-pelawak besar yang masih eksis hingga sekarang. Bahkan para penyiarnya pun banyak yang menjadi populer di televisi.
Kalau ada media yang sangat berpengaruh pada perkembangan karakter saya sekarang, saya berani bilang SK salah satunya.
Dapat surat cinta
SD. Lupa kelas berapa, dan surat itu juga tidak saya baca karena sudah terlanjur malu diledek teman-teman, maka langsung saya buang
Menangis karena cinta
SMP kelas 3. Haha, saya naksir orang ini dari kelas dua. Dan ketika kelas tiga saya mendengar dia menitip salam ke gadis lain, rasanya dunia runtuh. Memang sih saya gak pernah bilang atau menunjukkan saya naksir. Dia tipe Bad Boy pada zaman itu. Entah kenapa setelah itu saya selalu mudah suka sama Bad Boy, dan apesnya atau untungnya, ya? tidak ada Bad Boy yang pernah naksir saya. Sehingga yayang saya sekarang a very good boy hehe.
Naik gunung
Sekitar kelas 2 SMA. Hari ke 3 Lebaran, langsung ke gunung Cerme bok…Senior ekskul saya memang ‘rada-rada’. Dia bilang kalau mau coba naik gunung jangan yang mudah dulu, mulai dari yang susah. Hedeh..untung anak SMA tidak punya banyak uang. Kalau ada uang mungin dia langsung mengajak para junior ke Cartenz.
Merasa Eksis
Ketika Rapelling, meluncur turun dari atap sekolah promosi ekskul kami. Wow! Rasa deg-degan langsung hilang ketika penonton terlihat kagum. Haha! Dasar gila perhatian!
Pekerjaan Professional Pertama
Jadi Penjaga Hero Kemang saat mengisi liburan SMA. Sebelumnya sudah pernah sih di tempatkan di sebuah radio, tapi Cuma disuruh buat kliping Top Ten lagu-lagu saja.
Di Hero ini seru! Saya belajar mengoperasikan mesin parut kelapa, melap kaleng-kaleng display, menimbang buah, dan dimarahi jika becanda oleh pak supervisor.
Sekian dulu ya..lain kali mungkin saya update berdasarkan daya ingat saya yang mulai melemah.


0 Comments:
Post a Comment
<< Home