Tuesday, June 07, 2011

Bimbo dan Ramadhan Masa Kecilku


Dua hari ini sekitar sore atau maghrib, saya melihat TVRI menayangkan lagu-lagu rohaninya Bimbo.
Saya merasa lompat ke masa-masa SD sampai SMA.

Setiap denger lagu-lagu Bimbo saya rindu ramadhan. Dulu zaman acara TV belum semeriah sekarang, hiburan yang menemani saya supaya tidak ngantuk saat sahur adalah radio. Pasti semua juga masih ingat kan di akhir 80-an atau awal 90-an hampir semua radio membuat acara penghantar sahur. Isinya biasanya ceramah agama, lagu-lagu rohani dan kirim-kirim ucapan salam selamat sahur hihihii. Lagu-lagu rohani yang selalu diputar ya kebanyakan punya Bimbo. Atau Dengan Menyebut Nama Allahnya Novia kolopaking deh.

Saat SD sahur dengan roti tawar merk Lauw dan sedikit olesan Bluband dan lagu Anak bertanya pada bapaknya (kalau tidk salah judul ya), sudah bikin saya semangat puasa.
Setelah sahur biasanya saya dan teman-teman menuju musola dekat rumah untuk subuhan.

Yang gila adalah biasanya bila libur sekolah (dulu libur sekolah saat ramadhan lumayan lama), setelah subuhan kami main sepeda atau bulu tangkis sampai hampir dzuhur. Sekitar jam sebelasan lah.
Biasanya saya yang agak megap-megap karena haus langsung berendam di bak mandi. Tapi saya tak pernah curang meminum air bak lho ya.

Kembali ke Bimbo. Entah karena waktu itu belum banyak produser yang mebuat lagu rohani, juga tayangan hiburan tivi yang lucu-lucu tak berguna belum ada, atau karena memang lagu-lagu mereka dahsyat sekali, baik musik maupun liriknya, hingga kini saya belum melihat ada grup atau perorangan yang bisa menyanyikan atau menciptkan lagu-lagu se-syahdu dan se-menggetarkan seperti yang Bimbo bawakan.

Lagu-lagu rohani kini memang lebih banyak, namun dangkal. Kalau ada satu nama yang bisa saya bilang mendekati rankingnya Bimbo, cuma Opick.
Aeh..siapa saya yah sok menilai karya orang.

Tenang-tenang, seperti yang tertulis di halaman depan blog saya, tulisan-tulisan saya itu cuma ungkapan hati yang dangkal.
Aduh, saya kangen banget jadinya sama ramadhan masa kecil saya.
Main monopoli sore hari, baca majalan siang-siang, tapi yang paling menyenangkan biasanya buka puasa bareng di sekolah. Bisa melihat teman-teman menggunakan baju bebas dan kerudung. Masa itu masih sangat jarang cewek-cewek berkerudung. Meski cuma di gunakan seperti suzzana sang ratu horor (tidak di tutup rapi rambutnya)rasanya senaaang banget! Cowok-cowok pun berpeci meski berkemeja lengan pendek.

Ada satu hal sih yang agak menyebalkan saya masa kecil dulu. Hayo ada yang ingat? Iya betul! Agenda Ramadhan. Ihhh ngapain juga mesti isi kolom
Puasa : YA TIDAK
Solat 5 Waktu : YA TIDAK
Tarawih : YA TIDAK
Iiihh Pak Guru dan Bu Guru pun gak bakal tau kan kalau saya bohong mengisi.

Whuaaaa I miss Ramadhan so much jadinya..


Note: saya ada tuh dvd bajakan lagu-lagu rohani Bimbo. HAbis saya gak tau mesti beli yang asli dimana

Friday, April 15, 2011

Bidadari

Bidadari yang pernah malu pada tukang roti yang saya panggil di masa kecil, sedangkan sang bidadari lagi nggak punya duit.

Bidadari yang membelikan 3 majalah sekaligus dalam seminggu di masa abg saya.

Bahkan bidadari ini ngasih duit di saat saya bilang mau resign kerja.

Hari ini ulang tahun..

Ya Allah, sayangi mamak saya, berikan kesehatan, kebahagiaan dunia akhirat jutaan kali lipat dari kebahagiian yang beliau berikan sejak saya lahir

Thursday, April 07, 2011

Jujur, Saya Takut!

Setelah memutuskan untuk resign dari tempat kerja dengan rentang waktu yang bahkan lebih lama dari masa SD, entah mengapa sedikit berkelebatan rasa takut.

Bayangkan, sejak mulai masuk sekolah saya belum pernah merasakan liburan panjang lebih dari sebulan.

Tapi, 5 April 2011, saya mengajukan resign efektip 5 May 2011. Bukan untuk pindah ketempat lain, tapi untuk sekedar memanjakan perasaan hati.

Wow!
Saya akan libur panjang!
Ada banyak rencana untuk diagendakan menjadi impian.
Berlimpah pula ketakutan menghadapi kebebasan.
Yak! 2011, endah harus melakukan banyak hal yang ingin dilakukan.

Sunday, March 20, 2011

Yang Pertama

List hal-hal pertama yang saya alami sejauh yang saya ingat

Sekolah
Pertama sekolah, langsung masuk SD. Teman-teman sudah berseragam, hanya saya yang masih menggunakan baju putih berenda.
Ketika Ibu guru menutup pintu kelas, jantung saya rasanya mau copot, dan mata saya mau menangis. Karena belum pernah bersekolah sebelumnya, saya baru tau kalau orang tua tidak boleh ikut masuk kelas dan pintu kelas harus ditutup.

Mengaji
Diajari tetangga surat-surat pendek untuk dihafal. Namun baru bisa baca ketika pindah ke pengajian yang kalau pagi adalah sebuah madrasah. Bapak saya menulis surat ke guru ngaji asya agar saya diajar membaca huruf arab.

Berenang
Saya yang masih SD diiajak tetangga saya yang sudah SMA ke Sumantri Brojonegoro. Dulu karcis masuknya masih 250-500 rupiah kalau tidak salah. Saya berenang di kolam TK yang selutut. Padahal saya sudah kelas 2 SD. Dan kolam itu penuh laron. Haha. Akhirnya tetangga saya mengajak ke kolam dewasa. JADilah renang dengan gaya siput. Mlipir saja di pinggir sambil pegangan dinding.

Bioskop dan Restaurant
Diajak tetangga saya, Om dan Tante yang belum mempunyai anak, untuk nonton di Adhi Theater pasar blok A, film nya Telaga Angker, sundel bolongnya Suzana.
Pulangnya kami diajak makan di restaurant seafood 99 Tendean, yang sekarang tempatnya sudah jadi sebuah sekolah tinggi. Sampai beberapa minggu adik saya tidak berani ke toilet sendiri, karena ada adegan kepala muncul dari closet toilet.

Supermarket
Diajari ke supermarket oleh teman saya yang punya kakak sangat gaul pada zaman itu. Masih di daerah Tendean. Prima food nama supermarketnya. Namun karena mereka sharing kavling dengan Ligna Furnitur, jadilah kami sering menyebut “ke Ligna” jika main ke situ.

Eskalator dan Odong-odong koin
Pertama naik eskalator di Aldiron Plaza Blok M. Dan pertama kali menunggangi mainan yang sekarang sering di sebut odong-odong, namun dulu pakai koin agar bisa bergerak di Hoya Blok M juga. Mereka juga menjual produk-produk Sanrio yang digemasi anak-anak pada jamannya. Namun produk-produk itu terlalu mewah bagi saya, yang sudah cukup bahagia hanya bisa melihat iklannya.

Bisnis
Hmm..menyewakan komik-komik saya di pinggir jalan kalau itu bisa dibilang bisnis, hehe. Namun tidak lama karena dilarang Ibu saya, karena menghalangi jalan, dan beliau ngeri dibilang mengeksploitasi anak. Haha!

Majalah
Bobo tentunya. Di Bobo pula pertama kali saya menang kuis Uji Imajinasi yang berhadian bundle Donald Bebek yang mewah. Sayang ketika saya SMA habis dimakan rayap.

Radio
Pertama kali saya fanantik mendengarkan radio adalah SK. Suara Kejayaan, kadang suka di sebut Senyum dan Ketawa. Ya, betul karena ini adalah radio humor yang banyak melahirkan pelawak-pelawak besar yang masih eksis hingga sekarang. Bahkan para penyiarnya pun banyak yang menjadi populer di televisi.
Kalau ada media yang sangat berpengaruh pada perkembangan karakter saya sekarang, saya berani bilang SK salah satunya.

Dapat surat cinta
SD. Lupa kelas berapa, dan surat itu juga tidak saya baca karena sudah terlanjur malu diledek teman-teman, maka langsung saya buang

Menangis karena cinta
SMP kelas 3. Haha, saya naksir orang ini dari kelas dua. Dan ketika kelas tiga saya mendengar dia menitip salam ke gadis lain, rasanya dunia runtuh. Memang sih saya gak pernah bilang atau menunjukkan saya naksir. Dia tipe Bad Boy pada zaman itu. Entah kenapa setelah itu saya selalu mudah suka sama Bad Boy, dan apesnya atau untungnya, ya? tidak ada Bad Boy yang pernah naksir saya. Sehingga yayang saya sekarang a very good boy hehe.

Naik gunung
Sekitar kelas 2 SMA. Hari ke 3 Lebaran, langsung ke gunung Cerme bok…Senior ekskul saya memang ‘rada-rada’. Dia bilang kalau mau coba naik gunung jangan yang mudah dulu, mulai dari yang susah. Hedeh..untung anak SMA tidak punya banyak uang. Kalau ada uang mungin dia langsung mengajak para junior ke Cartenz.

Merasa Eksis
Ketika Rapelling, meluncur turun dari atap sekolah promosi ekskul kami. Wow! Rasa deg-degan langsung hilang ketika penonton terlihat kagum. Haha! Dasar gila perhatian!

Pekerjaan Professional Pertama
Jadi Penjaga Hero Kemang saat mengisi liburan SMA. Sebelumnya sudah pernah sih di tempatkan di sebuah radio, tapi Cuma disuruh buat kliping Top Ten lagu-lagu saja.
Di Hero ini seru! Saya belajar mengoperasikan mesin parut kelapa, melap kaleng-kaleng display, menimbang buah, dan dimarahi jika becanda oleh pak supervisor.

Sekian dulu ya..lain kali mungkin saya update berdasarkan daya ingat saya yang mulai melemah.

Monday, March 14, 2011

Besok Bapak Ulang Tahun

Besok Bapak ulang tahun
yang ke-58

Rasanya baru kemarin
kaki saya dicuci bapak karena
ada anjing kecil yang menjilatnya

Rasanya baru kemarin
saya cemberut karena
majalah bobo langganan saya
tertinggal di kantor bapak

Rasanya baru kemarin
saya dan bapak terguyur hujan di motor bersama saat bapak mengantar les
menerjang pagi ketika saya harus ikut ospek

Maafkan saya belum bisa membalas semua
apalagi membuat bapak bangga

Saya tahu bapak selalu sayang saya

Semoga Allah mejadikan berkah umur dan kesehatan bapak
Rahmat kebahagian dunia akhirat bersama mamak
Amin ya robbal'alamin

Wednesday, March 02, 2011

Dan nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Saya pernah melewati jalan yang setiap beberapa ratus meternya terdapat kotak atau jaring plastik amal untuk pembangunan masjid dan musholla.

Saya menggerutu karena masjid2 tsb masih tampak baik dan layak. Mengapa memaksakan diri memperindahnya dan membuat muslim dianggap suka meminta?

Saya tertampar ketika seorang pedagang kue cubit pikul, yang penghasilannya sehari mungkin hanya seharga uang makan siang saya, melemparkan uang ke jaring tersebut dengan wajah riang.

Pagi ini, ibu pengemis yang biasanya hanya saya lewati, rantang uangnya berbunyi nyaring.

Tau nggak siapa yang buat berisik rantangnya?
Bocah pengamen meletakkan beberapa koinnya di rantang itu sambil cengar cengir bangga mengacungkan jempol ke arah temannya.

Dan pagi ini saya nangis di ojek

Tuesday, February 15, 2011

Ya Rasulullah..

Maafkan saya yang baru dapat mengaku cinta tanpa tindakan nyata..

Semoga Baginda masih sudi memberi syafaat pada saya..pada hari dimana semua manusia bahkan tak berani mengangkat wajahnya..

Shalawat dan salam tercurah pada Engkau wahai pemimpin umat